WebKL.Net - Your Online Community
Pinjaman Peribadi
HomeDownloadAccountForum Advertising GameLyricPhoto Video
   
iKlan@WebKL
WebKL Panel
Our Panel
Home
 Your Account 
 Stories Archive
 Search
 Members List
Journal
 Columnist
 Tell Your Friend

 Sumbangan Anda
 Send Link 
 Send Lyric
 Send Article 
 Send Comment
 Submit Event

 Komuniti
 Forum
 Profile
 Borak

 Perkhidmatan
 Pengiklanan
Radio
E-Foto
Ringtones
Lirik Lagu
Download
Web Links
Games
E-Card
Quran Online

KL Menjerit
Shout History   

Only Registered Users can Shout
Create/Login
Powered By

"Web Hosting Starting from RM20/year"




Pemain Bola Sepak Muslimah Yang Bertudung
Sukan & Rekreasi
Zainab al-Khatib, muslimah Denmark ini, adalah satu-satunya pemain bolasepak kebangsaan perempuan bertudung ketika ini. Kehadirannya seperti janggal di tengah-tengah suasana pelecehan terhadap Rasulullah Saw oleh sejumlah media masa Denmark. Zainab baru-baru ini terpilih untuk memperkuat pasukan kebangsaan Denmark sebagai kebelasan utama bolasepak perempuan Denmark, setelah Danish Football Association (DBU) membenarkan Zainab memakai tudung semasa bermain bola. Sebenarnya kebenaran itu tidak hanya boleh dilakukan di Denmark, tapi juga untuk seluruh dunia, jika Zainab terpaksa bermain di luar negara Denmark.



Zainab mempunyai kemahiran menguasai bola dan mencetak gol-gol yang mengagumkan. Tak hairanlah kalau gadis bertudung itu kini menjadi perhatian utama para peminat bola di Denmark. "Saya sangat gembira saya boleh menjadi teladan di Denmark, " kata Zainab yang memulakan karir bolasepaknya tiga tahun yang lalu.



Ia berhasil mencetak gol dan membawa kemenangan gemilang bagi skuadnya semasa pertemuan dengan Swedan tidak lama dulu. "Zainab memiliki kepribadian yang kuat, sikapnya selalu positif dan memberikan inspirasi baik di dalam maupun diluar padang, " kata pelatih Zainab, Troel Mansa.



"Dia adalah salah satu pemain terbaik saya. Saya suka menjadi pelatihnya, " puji Mansa.



Zainab yang masih berusia 15 tahun itu, kini menempatkan dirinya diposisi sebagai penyerang dalam teamnya. Ia baru mengenakan jilbab setahun yang lalu. Ibulah yang membantu Zainab mereka tudung yang sesuai dipakai untuk bermain bola.



"Dia memang seorang Muslim yang taat, dan kami layak membantunya untuk mencapai impiannya dalam bidang sukan. Saya bangga, Zainab boleh membuktikan bahwa mengenakan tudung bukan bererti ia kehilangan haknya untuk berjaya dalam bidang sukan, " kata Ibrahim al-Khatib, ayah Zainab.



Pelatih Zainab, Manas juga mengatakan bahwa tudung Zainab tidak pernah menjadi bebanan atau masalah utama. "Kami hanya minat pada bakat dan kepribadiannya. Saya tidak pernah mendengar ada pemain atau pelatih yang merunggut tentang masalah tudungnya, " kata Manas lagi.



Zainab mengakui bahwa kawan-kawan satu teamnya sangat memberikan sokongan padanya. "Mereka menerima saya, dan saya tidak mengalami pemulauan apapun. Semasa team kami melawan team Swedian, beberapa pemain tercengang melihat tudung saya, tapi tak satupun yang menyatakan bantahan, " kata Zainab.



Zainab menganggap masalah tudung seharusnya tidak perlu ditonjolkan. "Saya merasa selesa, boleh memenuhi kewajiban agama dan hobi saya, " sambungnya.



Menurutnya, ia ingin menunjukkan bahwa warga Muslim Denmark ingin bergaul dengan seluruh lapisan masyarakat. "Saya melihat diri saya sendiri sebagai seorang Muslim Denmark yang secara efektif memberikan sumbangan kepada masyarakat dan bangga kerana boleh menjadi wakil negara ini di luar negera, " ujur gadis keturunan Palestin yang juga aktif dalam pertubuhan sosial Islam di kotanya, Odense dan bercita-cita jadi doktor.



Ulasan sampingan:
Zainab bertuah kerana dibenarkan memakai tudung di dalam bidang sukan yang digemarinya. Tetapi beberapa muslimah bertudung tidak bernasib baik seperti Zainab. Antaranya, pada Mac 2007, International Football Association Board (IFAB) menyatakan tudung dilarang dalam permainan bola, setelah seorang muslimah bertudung Kanada dikeluarkan dari team bolanya. Kemudian, pada Januari 2008, seorang muslimah menengah di AS yang juga atlet lumba lari, dikeluarkan dari pasukannya juga karana memakai tudung. Pada November 2007, seorang anak perempuan berusia 11 tahun, dilarang menyertai pertandingan sukan kebangsaan Yudo di Kanada, karana ia mengenakan tudung. (ln/iol)



Semoga Zainab al-Khatib dapat membuktikan kepada dunia, tudung bukan penghalang kemajuan dan kejayaan di dunia...
Posted on Tuesday, July 22 @ 12:19:30 MYT by MinorityReport
 
Related Links
· More about Sukan & Rekreasi
· News by MinorityReport


Most read story about Sukan & Rekreasi:
Pemain Bola Yang Beragama Islam

Article Rating
Average Score: 0
Votes: 0

Please take a second and vote for this article:

Excellent
Very Good
Good
Regular
Bad

Options

 Printer Friendly Printer Friendly

Associated Topics

Sukan & Rekreasi

The comments are owned by the poster. We aren't responsible for their content.

No Comments Allowed for Anonymous, please register

Re: Pemain Bola Sepak Muslimah Yang Bertudung (Score: 1)
by ElyndaIzan on Tuesday, July 22 @ 15:18:39 MYT
(User Info | Send a Message)
budak2 pompuan MELAYU, ISLAM yg main futsal kat malaysia ni plak ramai jugak yg pakai singlet ngan sluar pendek je...malu..malu



Re: Pemain Bola Sepak Muslimah Yang Bertudung (Score: 1)
by Raymee on Thursday, July 24 @ 10:22:39 MYT
(User Info | Send a Message)
yg kat malaysia nih byk tomboy tuh la jadinyer... tapi ade jer pompuan main futsal lengkap hehe.. kebanyakan jer yg mcm laki tuh hehe.. nak suh pompuan malaysia main bola.. alahai longlai tak mcm zainab nih hehee


Semua kandungan di dalam WebKL.Net ini adalah hak milik awam. Salin dan sebarkan untuk kebaikan semua.


WebKL.Net Copyright © 2005 by Putra_Aslim. This is free software, and you may redistribute it under the GPL. WebKL.Net comes with absolutely no warranty, for details, see the license.
Page Generation: 0.10 Seconds